Wednesday, April 21, 2010

Tidak mungkin

Kesayuan merayap di jiwaku
gundahnya hati mematahkan
setiap harapan
cinta yang aku dapat rasakan
tapi tidak sekali mampu ku miliki

Ku melihat adanya cahaya kebahagian itu
cuma aku tidak bisa menyentuhnya
hatiku berbelah bagi menagih sesuatu

Kebingungan itu sengaja seolah-olah
menjerit di telingaku
berteriak bingit padaku
mengapa tidak dia cinta pertama dan terakhirku

Kesedihan untuk berpisah itu datang lagi
biarpun aku belum melangkah ke dalam kehidupannya
aku dapat melihat ada kesedihan di situ
yang mana sekarang ini kurasakan kebahagiaan bersamanya

Jarang untukku jatuh cinta
sesekali aku jatuh cinta...cinta itu sukar dimengertikan
seolah-olah drama yang berkesudahan dengan tiada kegembiraan
namun aku berterima kasih aku masih ada rasa cinta

Hidup ini kejam andai kau melangkah ke luar pintu itu nanti
Setiap malam aku menangisi ketiadaanmu

Tuesday, April 6, 2010

Luhur

Permaisuri yang kucari
puteri yang kumahu
gadis bunian yang kudamba...
agak keterlaluan dibilang
dengan kata-kata...
Suatu kepastian yang ada
kuterima dia seadanya
jika sudah azali dan hakiki
aku miliknya...

Itu jalan takdirku
andai dia bukan pilihan terbaik
untuk kujadikan permasuri di hatiku
namun ketentuanNya mungkin
dia pilihan yang tepat untuk jadi
ibu kepada putera dan puteriku nanti

Kasihku, rinduku, sayangku
kucurahkan padanya atas cinta sesama insan
seperti terciptanya Hawa untuk mengasihi Adam
kumahu dia warisi sifat itu....
Aku adalah insan biasa yang menjadikan Muhammad
garisku agar aku dapat mencintai dia sebanyak mungkin.

Doa dan harapan untuk kekal selamanya
ungkapan biasa yang selalu diucapkan...
tapi impian yang satu...adalah ke syurga bersamanya
menemui cinta ku yang unggul...cinta padamu Ya Rabbi.
Tuhan sekalian alam.

Nada-nada konkulusi

Saat sunyiku tidak berlagu
hatiku berkata padaku...
ada keramaian di sana
Saat keramaian bernada rancak
jiwaku kosong tidak berlirik...
Saat semangatku mulai hilang
si gadis kecil bertudung ayu
bermadah padaku...tutur kata
jari jemari meliuk manja...
harum subur abadi
Saat pilihan tidak lagi
dikotak putih itu...
helaian-helaian kertas juga
secebis kain....menjadi alas
kesedihan yang bermaharajarela
pada sedikit sudut kecil kepingan
hatiku...
Rimbun dan redup di sana
suatu damai yang kucari.